Tulisan ketiga dari 3 tulisan
Terapi secara Holistik, Seperti Apa sih? (3)
Berbagi Pengalaman
Awal mula penulis menerapkan metoda ini (pengobatan holistic dengan menggunakan herbal terekstrasi) adalah ketika istri penulis menderita sinusitis dan polip selama beberapa tahun dan telah mengalami 3 (tiga) kali operasi untuk mengangkat polipnya, namun masih belum sembuh juga karena berulangkali muncul kembali. Seringkali dia pingsan karena daya tahan tubuhnya rendah akibat hypoxia /kekurangan oksigen. Maka penulis putuskan untuk tidak lagi menggunakan pengobatan modern. Penulis mulai belajar mendalami pijat reflex dan herbal. Alhamdulillah, ternyata kedua penyakit tersebut sembuh dan tidak pernah muncul lagi. Bisa dikatakan dia tidak pernah lagi pingsan dan daya tahan tubuhnya jauh lebih baik. Dari situ penulis mencoba melakukan metoda yang sama terhadap penulis sendiri, yang menderita sakit maag selama 13 tahun, dan bahkan mendapatkan ‘bonus’ calculi renalis/ batu ginjal. Alhamdulillah, hasilnya memuaskan, maag jarang sekali kambuh, tidak berpantang makan lagi (terutama yang merangsang keluarnya asam lambung/HCl) , dan batu ginjal keluar sendiri dalam keadaan sudah berbentuk pasir halus (sehingga tidak terasa sakit samasekali), 2 kali dengan jarak 3 minggu dan hingga sekarang tidak pernah terasa sakit lagi. Sejak saat itulah penulis mengikrarkan diri untuk mengobati orang tanpa obat-obatan kimia dan antibiotika sintetis serta tanpa operasi. Maka tercetuslah slogan Mengatasi Penyakit Tanpa Sakit , artinya tanpa menggunakan jarum suntik dan pisau bedah. Pijat refleksi memang sudah tidak digunakan lagi karena cukup melelahkan, tapi diganti dengan herbal yang cara kerjanya mendekati. Jadi benar-benar tanpa sakit, karena dipijat refleksi-pun cukup membuat wajah meringis akibat nyeri. Seperti telah disebutkan di atas, yang mengobati adalah obatnya (dalam hal ini herbalnya), bukan dokternya! Walaupun demikian, yang menentukan apa obat/herbalnya tetaplah dokter. Maka menjadi kewajiban bagi calon pasien untuk melakukan General Check Up sebelum berkonsultasi, serta melampirkan hasil General Check Up sebelumnya, sebagai pembanding. Setelah ketemu dan menceritakan semua keluhannya/anamneses , barulah dapat dipastikan, apa masalah utama dan masalah lain yang mengikuti/menyertainya. Berikutnya baru ditentukan herbal apa yang akan diterapkan, dan mengapa. Sehingga calon pasien benar-benar tahu diri , sakit apa yang dideritanya dan kenapa bisa terkena serta bagaimana metoda mengatasinya. Waktu yang diperlukan sehingga semuanya dapat terungkap kira-kira 1.5 – 2 jam. Memang tidak banyak pasien yang bias dilayani setiap harinya, tapi penulis ingin setiap kasus yang telah dipercayakan oleh pasien maupun keluarganya untuk ditangani dengan metoda ini, dapat teratasi hingga tuntas..tas.! Alhamdulillah, cukup banyak kasus yang teratasi, menghindarkan penderitanya dari ‘ancaman masuk 2x1’ (baca: kuburan ). Tentu, ada juga yang tidak berhasil. Namun kondisi pasien sebenarnya sudah jauh membaik (ini menurut keterangan keluarga mereka), sudah mulai bisa menikmati hidup ‘normal’ lagi, seperti makan, tidur, (maaf!) BAB, BAK, jalan-jalan keluar rumah, dsb. Namun mungkin karena terlalu ‘asyik’ menikmati hal-hal tadi, yang selama beberapa bulan bahkan beberapa tahun terakhir ini tidak bisa dilakukan, mereka jadi ‘lupa’ bahwa kondisinya belum pulih benar. Sayangnya keluarga pun ‘tidak tega’ untuk melarang. Sehingga kondisinya tiba-tiba nge-drop. Memang kejadian ini beberapa kali terjadi pada pasien berat, yang memang sudah ‘dilepas’ oleh para dokter di RS yang merawatnya, karena kondisinya yang –secara medis- sudah hopeless . Adalah suatu kebahagiaan yang tidak terkira manakala dapat mengatasi suatu kasus berat yang sudah ‘divonis’ oleh para dokter di RS, bahwa penyakitnya ‘tidak dapat diobati’ lagi. Penulis sangat yakin bahwa Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, menurunkan sesuatu itu berpasangan, ada laki dan perempuan, ada siang dan malam, ada masalah dan solusinya, maka ada penyakit, pasti ada obatnya. Lau kenapa nggak sembuh juga? Mungkin karena belum ketemu obat yang pas dengan penyakit tersebut. Tugas yang sehatlah, terutama orang yang bekerja di sektor kesehatan, untuk mencari dan terus menggali informasi-informasi terkini dari lembaga-lembaga penelitian, agar dapat segera diterapkan. Dengan izin Allah SWT, sudah banyak kasus berat yang tertangani. Karena admin yang masih kurang bagus, maka pengalaman mereka tidak tercatat medical recordnya , sehingga tidak dapat dipelajari dan diambil hikmahnya, untuk kasus-kasus serupa yang muncul dikemudian hari. Pembuatan website ini dimaksudkan agar ilmu yang dititipkan oleh SWT ini dapat dinikmati oleh lebih banyak orang. Mungkin selama ini kita pernah menyaksikan saudara (kakak, adik dsb), kerabat, teman, tetangga, dsb yang sakit cukup berat, kita ‘biarkan’ saja, karena merasa tidak dalam kapasitas untuk membantunya, karena bukan dokter. Mulai saat ini saudara dapat membantu mereka, dengan cara memberi informasi tentang metoda terapi yang sedang penulis terus kembangkan ini. Biarkan mereka sendiri yang membuka web ini, mempelajarinya dan mengontak penulis bila merasa cocok dengan metoda ini. Siapa tahu tindakan saudara tersebut dapat ‘menyelamatkan’ satu lembar nyawa. Bila dia seorang ayah, maka saudara telah ‘menyelamatkan’ sebuah keluarga dari kehilangan ‘nakhodanya’, bila dia seorang ibu, saudara telah ‘menyelamatkan’ anak-anak yang pasti masih sangat membutuhkan bimbingan dan kasih sayang seorang ibu, bila dia seorang anak, siapa orangnya yang mau kehilangan buah hatinya? Marilah kita melakukan sesuatu yang -mungkin- terlihat sepele, tapi besar sekali maknanya bagi orang-orang yang membutuhkan. Sejak 1997, Alhamdulillah, penulis cukup banyak membantu menyelesaikan kasus-kasus Tumor (payudara, rahim) dan sejenisnya (Kista, Myoma, dsb), Kanker (payudara, paru-paru, prostat, tulang dsb), Kencing Manis/DM, Stroke, sulit punya anak, Jantung dsb serta beberapa penyakit lainnya (Hypertensi /Tekanan Darah Tinggi, Hepatitis/Lever, Ginjal (Calculi /Batu, Nephritis/ Radang), Asam Urat, Psoriasis , Asma, Sinusitis, Obesitas/ Kegemukan, DB/Demam Berdarah, Typhus , Maag, Batu Empedu, dsb). Semua yang penulis lakukan samasekali tidak dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan penulis, Na’udzubillah! . Semua itu bisa terjadi semata-mata hanya karena izin Allah SWT. Ini sesuai dengan Hadits Bukhari yang jadi pedoman penulis, “Semua penyakit ada obatnya, dan bila ditemukan obat yang tepat, akan sembuhlah penyakitnya, Bi-idznillah /dengan izin Allah SWT” . Jadi kalau ada suatu penyakit yang sudah diupayakan kesembuhannya dengan berobat ke berbagai tempat (RS dan tempat-tempat alternative lainnya) namun kesembuhan yang didambakan tak kunjung tiba, mungkin belum ketemu obat yang tepat , atau belum dapat izin Allah SWT . Kenapa? Silahkan ber-Introspeksi. Masih adakah tindakan-tindakan kita yang masih jauh dari Ridho Allah SWT? Apakah dalam mencari penghidupan, kita masih mencampur-adukkan cara-cara yang halal dengan yang haram? Bagi pasien yang muslim, penulis sarankan untuk bertobat (kita semua pastilah mempunyai dosa, bukan?), memperbanyak shodaqoh dan memperbanyak shalat malam/tahajud . Bagi yang non-muslim, penulis sarankan untuk sering berdoa kepada Tuhan . Bagaimanapun upaya keras kita, yang ber-HAK menyembuhkan hanyalah Allah SWT semata. Jadi, mohonlah hanya kepada Allah SWT, bukan kepada yang lain..! Mudah-mudahan ini bisa menjadi tambahan alternative dalam upaya mencari kesembuhan. Dan hanya kepada Allah SWT sajalah kita kembalikan segala perkara.
Bandung, Desember 2009
deny setiawan, dvm
herbalis
Copyright © 2010 Deny Setiawan, DVM · All Rights Reserved