dokteryangherbalis http://dokteryangherbalis.com Web ini berisi informasi tentang bagaimana MENGATASI berbagai jenis penyakit kronis (yang diderita cukup lama) dan telah diupayakan penyembuhannya dengan menghabiskan biaya yang cukup besar, namun belum mendapatkan hasil yang memuaskan si penderita. Sun, 5 Sep 2010 13:21:39 +0700 CMS KOMA v1.00 id http://dokteryangherbalis.com http://dokteryangherbalis.com/images/logo.gif dokteryangherbalis Penyakit Cancer, Up Date dari RS John Hopkins http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=20917 http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=20917 Tue, 12 Jan 2010 21:38:08 +0700 Deny Setiawan, DVM Informasi http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=20917 http://dokteryangherbalis.com/rss-comments/ Terapi Secara Holistik, Seperti Apa Sih? (3) http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=18701 http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=18701 Thu, 24 Dec 2009 22:52:22 +0700 Deny Setiawan, DVM Informasi http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=18701

Tulisan ketiga dari 3 tulisan

Terapi secara Holistik, Seperti Apa sih? (3)

Berbagi Pengalaman

Awal mula penulis menerapkan metoda ini (pengobatan holistic dengan menggunakan herbal terekstrasi) adalah ketika istri penulis menderita sinusitis dan polip selama beberapa tahun dan telah mengalami 3 (tiga) kali operasi untuk mengangkat polipnya, namun masih belum sembuh juga karena berulangkali muncul kembali. Seringkali dia pingsan karena daya tahan tubuhnya rendah akibat hypoxia /kekurangan oksigen. Maka penulis putuskan untuk tidak lagi menggunakan pengobatan modern. Penulis mulai belajar mendalami pijat reflex dan herbal. Alhamdulillah, ternyata kedua penyakit tersebut sembuh dan tidak pernah muncul lagi. Bisa dikatakan dia tidak pernah lagi pingsan dan daya tahan tubuhnya jauh lebih baik. Dari situ penulis mencoba melakukan metoda yang sama terhadap penulis sendiri, yang menderita sakit maag selama 13 tahun, dan bahkan mendapatkan ‘bonus’ calculi renalis/ batu ginjal. Alhamdulillah, hasilnya memuaskan, maag jarang sekali kambuh, tidak berpantang makan lagi (terutama yang merangsang keluarnya asam lambung/HCl) , dan batu ginjal keluar sendiri dalam keadaan sudah berbentuk pasir halus (sehingga tidak terasa sakit samasekali), 2 kali dengan jarak 3 minggu dan hingga sekarang tidak pernah terasa sakit lagi. Sejak saat itulah penulis mengikrarkan diri untuk mengobati orang tanpa obat-obatan kimia dan antibiotika sintetis serta tanpa operasi. Maka tercetuslah slogan Mengatasi Penyakit Tanpa Sakit , artinya tanpa menggunakan jarum suntik dan pisau bedah. Pijat refleksi memang sudah tidak digunakan lagi karena cukup melelahkan, tapi diganti dengan herbal yang cara kerjanya mendekati. Jadi benar-benar tanpa sakit, karena dipijat refleksi-pun cukup membuat wajah meringis akibat nyeri. Seperti telah disebutkan di atas, yang mengobati adalah obatnya (dalam hal ini herbalnya), bukan dokternya! Walaupun demikian, yang menentukan apa obat/herbalnya tetaplah dokter. Maka menjadi kewajiban bagi calon pasien untuk melakukan General Check Up sebelum berkonsultasi, serta melampirkan hasil General Check Up sebelumnya, sebagai pembanding. Setelah ketemu dan menceritakan semua keluhannya/anamneses , barulah dapat dipastikan, apa masalah utama dan masalah lain yang mengikuti/menyertainya. Berikutnya baru ditentukan herbal apa yang akan diterapkan, dan mengapa. Sehingga calon pasien benar-benar tahu diri , sakit apa yang dideritanya dan kenapa bisa terkena serta bagaimana metoda mengatasinya. Waktu yang diperlukan sehingga semuanya dapat terungkap kira-kira 1.5 – 2 jam. Memang tidak banyak pasien yang bias dilayani setiap harinya, tapi penulis ingin setiap kasus yang telah dipercayakan oleh pasien maupun keluarganya untuk ditangani dengan metoda ini, dapat teratasi hingga tuntas..tas.! Alhamdulillah, cukup banyak kasus yang teratasi, menghindarkan penderitanya dari ‘ancaman masuk 2x1’ (baca: kuburan ). Tentu, ada juga yang tidak berhasil. Namun kondisi pasien sebenarnya sudah jauh membaik (ini menurut keterangan keluarga mereka), sudah mulai bisa menikmati hidup ‘normal’ lagi, seperti makan, tidur, (maaf!) BAB, BAK, jalan-jalan keluar rumah, dsb. Namun mungkin karena terlalu ‘asyik’ menikmati hal-hal tadi, yang selama beberapa bulan bahkan beberapa tahun terakhir ini tidak bisa dilakukan, mereka jadi ‘lupa’ bahwa kondisinya belum pulih benar. Sayangnya keluarga pun ‘tidak tega’ untuk melarang. Sehingga kondisinya tiba-tiba nge-drop. Memang kejadian ini beberapa kali terjadi pada pasien berat, yang memang sudah ‘dilepas’ oleh para dokter di RS yang merawatnya, karena kondisinya yang –secara medis- sudah hopeless . Adalah suatu kebahagiaan yang tidak terkira manakala dapat mengatasi suatu kasus berat yang sudah ‘divonis’ oleh para dokter di RS, bahwa penyakitnya ‘tidak dapat diobati’ lagi. Penulis sangat yakin bahwa Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, menurunkan sesuatu itu berpasangan, ada laki dan perempuan, ada siang dan malam, ada masalah dan solusinya, maka ada penyakit, pasti ada obatnya. Lau kenapa nggak sembuh juga? Mungkin karena belum ketemu obat yang pas dengan penyakit tersebut. Tugas yang sehatlah, terutama orang yang bekerja di sektor kesehatan, untuk mencari dan terus menggali informasi-informasi terkini dari lembaga-lembaga penelitian, agar dapat segera diterapkan. Dengan izin Allah SWT, sudah banyak kasus berat yang tertangani. Karena admin yang masih kurang bagus, maka pengalaman mereka tidak tercatat medical recordnya , sehingga tidak dapat dipelajari dan diambil hikmahnya, untuk kasus-kasus serupa yang muncul dikemudian hari. Pembuatan website ini dimaksudkan agar ilmu yang dititipkan oleh SWT ini dapat dinikmati oleh lebih banyak orang. Mungkin selama ini kita pernah menyaksikan saudara (kakak, adik dsb), kerabat, teman, tetangga, dsb yang sakit cukup berat, kita ‘biarkan’ saja, karena merasa tidak dalam kapasitas untuk membantunya, karena bukan dokter. Mulai saat ini saudara dapat membantu mereka, dengan cara memberi informasi tentang metoda terapi yang sedang penulis terus kembangkan ini. Biarkan mereka sendiri yang membuka web ini, mempelajarinya dan mengontak penulis bila merasa cocok dengan metoda ini. Siapa tahu tindakan saudara tersebut dapat ‘menyelamatkan’ satu lembar nyawa. Bila dia seorang ayah, maka saudara telah ‘menyelamatkan’ sebuah keluarga dari kehilangan ‘nakhodanya’, bila dia seorang ibu, saudara telah ‘menyelamatkan’ anak-anak yang pasti masih sangat membutuhkan bimbingan dan kasih sayang seorang ibu, bila dia seorang anak, siapa orangnya yang mau kehilangan buah hatinya? Marilah kita melakukan sesuatu yang -mungkin- terlihat sepele, tapi besar sekali maknanya bagi orang-orang yang membutuhkan. Sejak 1997, Alhamdulillah, penulis cukup banyak membantu menyelesaikan kasus-kasus Tumor (payudara, rahim) dan sejenisnya (Kista, Myoma, dsb), Kanker (payudara, paru-paru, prostat, tulang dsb), Kencing Manis/DM, Stroke, sulit punya anak, Jantung dsb serta beberapa penyakit lainnya (Hypertensi /Tekanan Darah Tinggi, Hepatitis/Lever, Ginjal (Calculi /Batu, Nephritis/ Radang), Asam Urat, Psoriasis , Asma, Sinusitis, Obesitas/ Kegemukan, DB/Demam Berdarah, Typhus , Maag, Batu Empedu, dsb). Semua yang penulis lakukan samasekali tidak dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan penulis, Na’udzubillah! . Semua itu bisa terjadi semata-mata hanya karena izin Allah SWT. Ini sesuai dengan Hadits Bukhari yang jadi pedoman penulis, “Semua penyakit ada obatnya, dan bila ditemukan obat yang tepat, akan sembuhlah penyakitnya, Bi-idznillah /dengan izin Allah SWT” . Jadi kalau ada suatu penyakit yang sudah diupayakan kesembuhannya dengan berobat ke berbagai tempat (RS dan tempat-tempat alternative lainnya) namun kesembuhan yang didambakan tak kunjung tiba, mungkin belum ketemu obat yang tepat , atau belum dapat izin Allah SWT . Kenapa? Silahkan ber-Introspeksi. Masih adakah tindakan-tindakan kita yang masih jauh dari Ridho Allah SWT? Apakah dalam mencari penghidupan, kita masih mencampur-adukkan cara-cara yang halal dengan yang haram?  Bagi pasien yang muslim, penulis sarankan untuk bertobat (kita semua pastilah mempunyai dosa, bukan?), memperbanyak shodaqoh dan memperbanyak shalat malam/tahajud . Bagi yang non-muslim, penulis sarankan untuk sering berdoa kepada Tuhan . Bagaimanapun upaya keras kita, yang ber-HAK menyembuhkan hanyalah Allah SWT semata. Jadi, mohonlah hanya kepada Allah SWT, bukan kepada yang lain..! Mudah-mudahan ini bisa menjadi tambahan alternative dalam upaya mencari kesembuhan. Dan hanya kepada Allah SWT sajalah kita kembalikan segala perkara.

Bandung, Desember 2009

deny setiawan, dvm

herbalis

 

]]>
http://dokteryangherbalis.com/rss-comments/
Terapi secara Holistik, Seperti Apa sih? (2) http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=18495 http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=18495 Wed, 23 Dec 2009 10:26:56 +0700 Deny Setiawan, DVM Informasi http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=18495

Tulisan kedua dari 3 tulisan

Terapi secara Holistik, Seperti Apa sih? (2)

Solusi

Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, selama kita sungguh-sungguh mencarinya. Tipikal dari pengobatan modern adalah symptomatic , cenderung mengobati gejalanya saja, bukan penyebab utama masalahnya. Kenapa? Karena dokter mengalami kesulitan untuk mengetahui akar masalah -nya, mengingat keterbatasan waktu dan minimnya anggaran yang dimiliki para pasien, seperti telah disebutkan pada tulisan pertama. Selain itu  dengan penggunaan obat-obatan modern yang dibuat dari bahan-bahan kimiawi dan antibiotika sintetis, kini terbukti bahwa banyak terjadi side effect /efek samping yang tidak dikehendaki, terutama untuk kasus penyakit chronis /menahun, dimana pasien meminum obat-obatan selama bertahun-tahun. Obat-obatan ini, yang diproduksi secara pabrikan, diberikan dengan dosis yang cukup ketat karena jarak antara dosis terapi (Effective Dose/ED) dengan dosis  keracunan (Lethal Dose/LD) , cukup dekat. Tidak jarang terjadi, penyakit utamanya belum teratasi hingga tuntas, muncul lagi penyakit lain, akibat terjadinya residu /penumpukan sisa obat-obatan yang diminum selama bertahun-tahun dan tidak mampu dikeluarkan secara tuntas oleh tubuh. Contoh nyata terjadi pada penulis. Selama kira-kira 13 tahun (sejak 1982 – 1995) lamanya menderita sakit maag /lambung, dan meminum berbagai macam obat maag. Apapun merk-nya, obat maag isinya basa , bercampur dengan asam lambung , menghasilkan garam . Karena terjadi bertahun-tahun, garam mengendap di ginjal, terutama yang kanan, maka penulis menderita calculi renalis /kencing batu. Bila ditangani secara modern, maka solusinya adalah operasi , untuk mengeluarkan batu tersebut, atau ditembak dengan Ultra Sonic, yang tujuannya untuk memecahkan batu tersebut. Tetapi nanti pada saat dikeluarkannya pecahan batu yang kecil-kecil (yang besar disedot dengan alat), menimbulkan rasa sakit yang betul-betul lumayan.! (saran penulis sih, jangan pernah merasakan sakitnya..!) . Maka penulis memilih untuk menggunakan pijat reflexi dan herbal untuk memecahkan batu tersebut Alhamdulillah, dengan kombinasi keduanya, batu karang di ginjal hancur, mengurai kembali menjadi butir-butir pasir yang halus, sehingga dapat keluar bersama urine, tanpa terasa sakit samasekali.! . Pengalaman ini memberikan motivasi untuk menangani penyakit maag-nya. Hasilnya, kalau dulu sedikit terlambat makan, perut langsung perih dan kembung, sekarang tidak lagi. Pengobatan secara tradisional dengan herbal cukup baik karena herbal relative aman terhadap tubuh (jarak antaran ED dan LD cukup jauh), namun kekurangannya, karena yang menangani bukan tenaga medis terdidik, diragukan kemampuannya untuk mendiagnosa penyakitnya, padahal diagnosa adalah dasar/alasan dari diberikannya obat yang tepat. Pengukuran dosis yang tepat seperti halnya pada industri farmasi yang sudah memiliki standar baku, sehingga penghitungan zat aktif pada tiap satuan beratnya bisa jadi berbeda, dan ini dapat menimbulkan masalah pada penentuan dosisnya. Bila pada pengobatan secara modern, kelebihannya pada diagnose yang akurat, namun kekurangannya pada penumpukan residu obat yang dapat meracuni tubuh. Disamping itu kecenderungan pola pengobatan yang symptomatic , membuat penyakit tidak tertangani hingga tuntas ke akar masalahnya. Penyakit jadi cenderung kronis/menahun. Tentu saja penderitaan pasien jadi panjang, disamping biaya jadi sangat besar. Solusi terbaik adalah dengan menggabungkan keduanya, mengambil kelebihan dari masing-masing cara. Pengobatan modern unggul dalam menentukan diagnose karena menggunakan peralatan yang modern sehingga tingkat akurasi diagnosanya  juga tinggi. Sementara pengobatan secara tradisional menggunakan herbal yang tingkat resiko keracunannya sangat rendah. Memang, untuk mendapatkan hasil diagnose yang akurat, diperlukan pemeriksaan laboratorium yang menyeluruh (General Check up ), dan dianalisa oleh seorang dokter, yang memang menguasai bidangnya. Harus diakui, melakukan pemeriksaan General Check Up tidaklah murah. Tapi bila kita melakukan pengobatan/terapi tanpa patokan yang jelas dimana letak masalahnya, maka disamping prosesnya menjadi berlarut-larut dan lama, penderitaan pasien juga bertambah, biaya yang dikeluarkan pun hampir pasti jadi jauh lebih mahal. Maka kalo kita mau menghitung-hitung, ternyata dengan melakukan General Check Up , justru menghemat biaya pengobatan, karena langsung pada sasaran, tidak muter-muter dulu. Sekali lagi, karena untuk dapat mendiagnosa suatu penyakit memerlukan keahlian khusus, maka ini harus ditangani oleh orang yang memang ahli dibidangnya, yaitu seorang dokter. Kalau pun ada seorang terapis yang berpengalaman menangani berbagai kasus, ingin mendalami bagaimana dapat ‘membaca’ hasil lab dengan benar, dia haruslah menjalani pelatihan dengan benar, di Fakultas Kedokteran ataupun Rumah Sakit, dibimbing oleh seorang dokter Spesialis Patologi Klinik (dr SpPK). Dia dapat menjadi mitra dokter yang dapat diandalkan. Bagaimanapun juga harus diakui, tenaga dokter yang tersedia masih jauh dari kebutuhan yang wajar. Setelah proses diagnosa dapat dilakukan dengan baik dan benar, maka proses pengobatannya dilakukan dengan herbal dan mencakup akar masalahnya. Kenapa? Karena sekarang sudah diketahui, darimana  penyakit berasal dan kemana dia berkembang. Penggunaan herbal relative lebih aman dan dapat dikatakan hampir tidak ada resiko keracunan obat. Tetapi pertanyaannya adalah, herbal yang seperti apa? Penulis (sejak 1997),  menggunakan herbal yang telah diteliti selama bertahun-tahun, bahkan hingga 30 tahun, oleh para professor dan doktor yang juga berlatarbelakang seorang dokter. Mereka menyadari bahwa ternyata cukup banyak kasus penyakit yang tidak tertangani hingga tuntas bila hanya mengandalkan obat-obatan modern. Herbal ini telah mengalami proses ekstraksi, sehingga dengan dosis yang wajar sudah dapat mewakili jumlah yang cukup banyak bila tidak diproses ekstraksi dulu. Sekarang ini sudah mulai timbulnya kesadaran dikalangan masyarakat, juga di dunia kedokteran, dalam upaya memperoleh kesembuhan, untuk kembali menggunakan bahan-bahan yang berasal dari alam/Back to Nature. Penulis memang tidak se-aliran dengan Prof. Hembing, dimana beliau memberikan langsung herbal-herbalnya dalam kondisi yang masih segar. Kenapa? Penulis menyadari, bahwa tidak semua pasien cukup sabar untuk melakukan upacara dulu, menyiapkan bahan-bahan untuk diolah (rebus dsb), sebelum diminum. Disamping memakan waktu yang tidak sebentar, rasa herbal yang original (baca: sangat pahit!), tidak semua orang mau. Sekarang ini orang sakit pun ingin ‘obatnya’ cukup enak sehingga dapat dinikmati. Setidaknya tidak stress dulu sebelum minum obat. Ini penting sekali diperhatikan, karena akan percuma saja herbalnya berkhasiat tinggi, kalo diminum saja tidak. Penting pula disadari, bahwa tugas dokter adalah mendiagnosa penyakitnya , sementara untuk mengobati, itu adalah tugas obatnya (diluar tindakan operasi, bila itu memang harus dilakukan). Jadi sekarang tergantung kepada kualitas obatnya, apakah dapat mengobati hingga ke tahap penyembuhan, atau malah bertambah complex dan parah!. Untuk ‘memantau’ perkembangan proses pengobatannya, dapat dilakukan Check Up pada 1 bulan setelah proses pengobatan dilakukan. Ini dapat diulangi pada bulan–bulan berikutnya. Dengan demikian dokter dan pasien dapat sama-sama mengetahui perkembangannya. Menurut pengalaman penulis, ternyata bila proses ini dilakukan, secara keseluruhan biaya pengobatannya jadi jauh lebih murah dan memberikan hasil yang memuaskan, baik untuk penulis, juga pasiennya. Dengan melihat hasil General Check Up , dapat dilihat kondisi yang akurat saat itu. Tapi dengan melihat pula hasil beberapa hasil General Check Up sebelum yang terakhir, dapat dilihat seberapa cepat penyakit ini berjalan (atau berlari , karena begitu cepatnya menyebar), seberapa kans/ peluang untuk memenangkan perang melawan penyakitnya. Ini menjadi sangat krusial bila menghadapi pasien yang sudah mendapatkan vonis , bahwa penyakitnya sudah terlalu berat untuk disembuhkan..

(Bersambung ke tulisan ke-3, Berbagi Pengalaman ..)

 

]]>
http://dokteryangherbalis.com/rss-comments/
Terapi Secara Holistik, Seperti Apa Sih? (1) http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=17962 http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=17962 Thu, 17 Dec 2009 14:00:08 +0700 Deny Setiawan, DVM Informasi http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=17962

Tulisan pertama dari 3 tulisan

Terapi secara Holistik, Seperti Apa sih? (1)

Pendahuluan

Secara umum, dunia mengenal 2 (dua) cara pengobatan/therapy , secara modern dan tradisional. Cara modern biasanya dilakukan oleh seorang dokter , yang mendapatkan pendidikan dulu secara khusus di Fakultas Kedokteran. Setelah lulus dan mendapatkan Surat Izin Praktek (SIP), barulah dapat berpraktek, baik di Rumah sakit, maupun berpraktek sendiri/swasta. Karena mendapatkan dasar-dasar ilmu kedokteran secara modern dari Barat, maka obat-obatan yang digunakan, juga berasal dari hasil riset para ilmuan dari Negara-negara Barat (baca: maju). Umumnya obat-obatan tersebut adalah obat-obatan kimiawi dan antibiotika sintetis. Dokter mengobati berdasarkan rujukan dari hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan secara lab ini tingkat akurasinya sangat tinggi karena dilakukan oleh alat-alat modern yang terukur. Oleh karena itu perhitungan dosis juga sangat jelas. Cara tradisional biasanya dilakukan oleh orang-orang yang mendapatkan ilmunya secara turun-temurun, atau belajar secara khusus kepada orang yang dianggap sudah memiliki ilmu pengobatan dan sudah berpengalaman mengobati orang. Karena itu metoda dan alat yang digunakanpun bermacam-macam. Ada yang ‘hanya mengandalkan’ air putih dan doa, pijat/urut, daun-daunan dan akar-akaran (jamu-jamuan). Obat-obatan tradisional ini ukuran dosisnya belum memakai takaran/ukuran yang jelas dan terstandar.

Permasalahan

Dasar dari setiap tindakan pengobatan (baca: pemberian obat), adalah diagnosa . Sama seperti jawaban dari pertanyaan, “mengapa kita makan?” karena lapar! “mengapa kita minum?” karena haus. Jadi setiap tindakan pemberian obat harus berdasarkan fakta, bahwa tubuh memang membutuhkan obat tersebut, bukan alasan lain yang tidak benar, apalagi yang tidak berdasar. Fakta di lapangan menunjukkan, bahwa perbandingan antara jumlah dokter dan pasien, khususnya di Indonesia, terlebih didaerah pedesaan, masih sangat tinggi, maka waktu yang dimiliki oleh seorang dokter untuk memeriksa seorang pasiennya, jauh dari ideal. Bagaimana mau bertatapmuka selama 30 menit untuk membahas hasil General Check Up sang pasien, mendengar semua keluhannya secara lengkap (anamnese) , mengambil kesimpulan/diagnose penyakitnya, dan akhirnya menentukan tindakan dan obat apa yang terbaik bagi sang pasien, bila dalam rentang waktu 2 jam saja harus dapat melayani 30 orang pasiennya? (dokter praktek antara pukul 08.00 – 10.00 dan 16.00 – 18.00). Apa hasil terbaik yang bisa didapat hanya dengan (120 menit : 30 orang =) 4 menit saja?!. Tentu tidak banyak yang bisa diharapkan. Seperti kita ketahui, ada beberapa jenis penyakit berbeda yang menunjukkan gejala klinis yang sangat mirip, sepintas malah sama saja. Ini yang oleh para dokter dicatat sebagai differesial diagnose. Dengan kemampuan mayoritas masyarakat kita yang sangat rendah, karena sang Krismon yang enggan pergi dari bumi kita, maka jangankan melakukan General Check Up , untuk dapat pergi ke dokter saja, mungkin harus pinjam dulu ke saudara atau tetangga, atau menjual dulu barang yang dianggap berharga. Di sisi lain, sang dokter ‘mungkin’ terpaksa memberi resep berdasarkan dugaan dari beberapa kemungkinan diagnosanya tadi. Maka biasanya pasien diberi resep untuk 3 hari. Bila penyakitnya membaik, bahkan sembuh, bersyukurlah, karena artinya dugaan pertama langsung tepat. Pasien pun bila sudah merasa baikan, enggan kembali lagi ke dokter. Pertimbangan keuangan sangat berperan disini. Namun bila ternyata tidak menunjukkan perbaikan, bahkan bertambah berat, pasien terpaksa kembali lagi ke dokternya. Dokter pun berjanji memberikan obat yang ‘lebih kuat’, padahal mungkin memberikan alternative ke-2 dari differensial diagnose- nya. Dokter mungkin terpaksa melakukan coba-coba dalam memberikan obatnya, karena keterbatasan data penyakit pasiennya, juga waktu untuk memeriksanya. Ini seperti lingkaran setan. Mau membantu, tapi waktu dan sarana kurang mendukung. Bisa dikatakan, akar dari semua ini adalah keterbatasan kemampuan financial /keuangan. Bila pasien punya uang, tidak perlu pusing, karena dia bisa pergi ke RS terbaik dan mendapatkan perawatan terbaik. Salahsatu solusi yang diambil mereka yang kurang mampu dalam hal keuangan adalah dengan mengambil pengobatan alternatif. Dunia kesehatan sudah sejak dulu mengenal berbagai jenis cara pengobatan/terapi. Nama terapis/pengobatnya juga bermacam-macam: di Arab dikenal sebagai Tabib , di negeri Cina dengan Sin she , di Indonesia kita mengenalnya sebagai Dukun/Paranormal. Peran mereka/para terapis ini cukup besar, mengingat kemampuan pengobatan modern yang masih terbatas. Harapan mereka adalah, dengan biaya yang relative lebih murah, dapat diperoleh kesembuhan, seperti yang selama ini mereka dambakan. Sesuai dengan istilah yang diberikan (alternative), ini adalah pengobatan alternative, sebagai jalan lain dalam  rangka  mendekatkan diri menuju proses kesembuhan. Biasanya langkah ini ditempuh setelah mencoba beberapa kali menempuh jalan pengobatan modern di rumah sakit, setelah dirasa tidak memperoleh hasil yang diharapkan, atau (banyak juga terjadi) sudah ‘divonis’ oleh para dokter, bahwa harapan untuk sembuh sudah (hampir) tertutup, dan bahwa para dokter sudah maksimal dalam berusaha, namun (kata mereka) tidak ada lagi yang dapat mereka lakukan..! . Bagaimanapun juga, tidak ada seorangpun yang benar-benar siap menghadapi maut, maka ditempuhlah jalur alternative ini. Kalau sudah dalam posisi genting begini, cara apapun akan ditempuh. Setiap ada informasi yang mengatakan bahwa ada seorang pintar atau orang bergelar mbah yang dapat menyembuhkan penyakitnya, walaupun lokasinya cukup jauh dan biaya pengobatannya tidak sedikit, mereka akan menempuhnya juga. Sayangnya, tidak sedikit dari mereka yang malah menjadi korban para dukun palsu yang hanya mengail di air keruh. Para penipu ini memanfaatkan kepanikan yang melanda mereka yang sudah divonis bahwa harapan hidupnya tinggal menghitung hari, dengan memberikan harapan palsu. Tragis memang, tapi apa mau dikata, dengan tingkat pendidikan yang rata-rata masih rendah, mudah jadi korban penipuan orang-orang pintar (kaya  ilmu) tapi tidak bermoral (miskin akhlak).

(Bersambung ke tulisan ke-2,   Solusi..)

 

]]>
http://dokteryangherbalis.com/rss-comments/
Kenapa Harus Sitekno http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=16816 http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=16816 Mon, 7 Dec 2009 13:26:06 +0700 Deny Setiawan, DVM Informasi http://dokteryangherbalis.com/?pg=articles&article=16816 PT SITEKNO hadir sebagai penyedia layanan pembuatan situs web dengan cara yang lebih mudah, murah dan menguntungkan.

Kenapa Mudah?
Karena proses membuat situs web di SITEKNO WEBMATIC memang sangat mudah, anda cukup membeli NOMOR SERI dan PIN keanggotan, lalu mengaktifkan keanggotaan anda pada situs utama www.sitekno.com. Hal pertama yang harus anda lakukan untuk mendapatkan situs web SITEKNO WEBMATIC adalah mencari Nama Domain yang akan anda gunakan melalui fasilitas www.sitekno.com. Nama domain adalah alamat situs web anda di internet contohnya www.sayapunyablogsitekno.com, setelah anda yakin dengan pilihan anda dan domain yang anda kehendaki masih tersedia, ikuti petunjuk aktivasi sampai selesai sampai situs web anda online saat itu juga dengan pilihan desain tampilan (tema/template) yang sudah tersedia untuk dipilih sesuai selera anda.

Kenapa Murah?
Anda cukup menyisihkan Rp 330.000,- per tahun, atau kurang dari Rp 1.000,- per hari untuk memiliki situs web dengan nama domain pilihan anda sendiri beserta fitur-fitur aplikasi web yang saat ini sudah cukup lengkap dan tentunya akan terus dikembangkan.
Jika anda masih merasa keberatan dengan biaya tersebut, anda dapat menjalankan bisnis jaringan SITEKNO WEBMATIC yang sangat menjanjikan, kalau bisnis tersebut dijalankan dengan benar dan sungguh-sungguh, anda tidak perlu lagi menyisihkan Rp 1.000,- per hari, sebaliknya anda bahkan akan mendapatkan Rp 10.000,- per hari, Rp 100.000,- per hari, atau Rp 1.000.000,- per hari ? tentukan penghasilan anda sendiri bersama SITEKNO WEBMATIC.

Kenapa Menguntungkan?
Disinilah perbedaan paling menonjol antara SITEKNO WEBMATIC dengan perusahan lain yang memberikan produk dan jasa yang serupa, selain memiliki situs web dengan nama domain sendiri menjadi mudah dan murah, begitu anda menjadi anggota anda akan mendapatkan hak usaha yang dapat anda tekuni dan jalankan berupa bisnis Referral Program yang produknya tidak lain adalah situs web itu sendiri, artinya anda akan memiliki Bisnis Online yang produknya berupa situs web yang bisa anda tawarkan kepada orang lain.

Untuk melihat skema penghasilan yang bisa anda dapatkan dengan menjalankan bisnis ini, silahkan lihat Marketing Plan SITEKNO WEBMATIC.]]>
http://dokteryangherbalis.com/rss-comments/